Koordinasi Perencanaan Dan Pengembangan Penanaman Modal

Comment

INVESTASI

Koordinasi Perencanaan Dan  Pengembangan Penanaman Modal yang dilaksanakan oleh DPMPTSP Kota Banjar berlangsung pada hari Senin 8 Oktober 2018 di Aula DPMPTSP Kota Banjar. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala DPMPTSP Soni Harison, AP.,S.Sos.,M.Si dan dibuka secara langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Banjar Dr. Drs. H. Ade Setiana, M.Pd. Hadir juga sebagai narasumber Dr. dr. H. Herman Sutrisno, MM.

Kota Banjar diharapkan menjadi tujuan utama penanaman modal untuk wilayah Jawa Barat bagian timur, baik itu Penanaman Modal Asing (PMA) maupun penanaman modal dalam negeri (PMDN). Hal tersebut selaras dengan komitmen Jawa Barat untuk terus meningkatkan laju investasi, dalam rangka mendorong laju pertumbuhan ekonomi khususnya memperkecil jumlah pengangguran dan kemiskinan.

Mendatangkan investor untuk berinvestasi sudah barang tentu melalui persaingan yang merupakan salah satu kata kunci pada era globalisasi sekaligus dalam rangka akselerasi berkaitan dengan isu strategis pembangunan nasional antara lain peningkatan daya saing, peningkatan daya tahan ekonomi, peningkatan dan perluasan kesejahteraan rakyat, serta pemantapan stabilitas sosial dan politik,  sehingga diperlukan sesegera mungkin langkah-langkah  inovasi, seyogyanya menjadi suatu gerakan yang harus dirancang dan diimplementasikan secara sistemik, sistematis, dan terukur oleh  seluruh aparatur pemerintah dan komponen masyarakat, serta menyadari pentingnya daya saing dalam menghadapi situasi dan ekonomi global yang kian mengancam kekuatan-kekuatan perekonomian domestik.

Upaya konkrit dalam mewujudkan iklim investasi yang kondusif dan berdaya saing di Kota Banjar dan pro investasi tercermin melalui diterimanya “ Investment Award”  dari BKPM RI pada tahun 2013, tahun 2014, dan tahun 2016. Beberapa diantaranya yang menjadi kebijakan dan perhatian Pemerintah Kota Banjar antara lain, kondisi infrastruktur, penyederhanaan alur perijinan, insentif yang diberikan kepada masyarakat dalam bentuk IMB Pemutihan, percepatan pelayanan perijinan, dan kemudahan akses perijinan dan penanaman modal secara online.

Kesadaran dan kesatuan pandangan utama diperlukan bagi segenap pemangku kepentingan di pemerintahan, akademisi, maupun praktisi ekonomi, untuk mengambil langkah-langkah konkrit.

Dalam hubungannya dengan penyelenggaraan pemerintahan,  di mana otonomi memberikan kewenangan yang lebih luas kepada daerah untuk mensejahterakan masyarakatnya,  meningkatkan daya saing menjadi semakin penting dalam rangka menarik investasi. Dengan demikian daerah semakin dituntut meningkatkan kinerja, khususnya bagaimana agar daerah memiliki daya saing yang lebih unggul dapat menjadikan investor tertarik menanamkan modalnya.

Kota Banjar secara geografis terletak dilintasan jalur nasional bagian selatan sebagai pintu gerbang provinsi Jawa Barat, sekaligus sebagai daerah perlintasan arus barang/jasa memiliki peran yang sangat strategis terhadap distribusi maupun mobilisasi antar wilayah. Pengembangan potensi sektor jasa/pariwisata maupun infrastruktur yang dimiliki Kota Banjar yang sekarang menjadi fokus untuk dikembangkan antara lain pengembangan potensi wisata air/wisata Sungai Citanduy, pengembangan wisata air Situ Leutik, pengembangan wisata agro Lembah Pajamben, pembangunan rest area perbatasan Jabar Jateng, pembangunan kawasan industri Sinar Tanjung, pembangunan hotel berbintang tiga, serta beberapa potensi investasi lainnya yang sudah terinventaris dan diantaranya ditawarkan dalam berbagai event promosi investasi seperti Gelar Potensi Investasi Daerah (GPID), regional, invesment forum, maupun event lainnya. Selayaknya mendapat perhatian dari kita semua untuk mewujudkan Kota Banjar yang makin kondusif dan berdaya saing guna menarik investasi sebanyak banyaknya.

Perlu menjadi catatan kita bersama bahwa rencana pemerintah pusat /provinsi/kota kedepan akan membangun ruas jalan tol yang menghubungkan Cileunyi – Garut – Tasikmalaya – Ciamis – Banjar serta membangun ruas jalan tol, yang menghubungkan Kota Banjar – Kapupaten Pangandaran , hal ini tentu menjadi peluang bagi Kota Banjar sekaligus tantangan yang perlu kita antisipasi sehingga Kota Banjar mampu menjadi magnet bagi kegiatan investasi dan diharapkan terjadi efek multiplayer bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Dalam perjalanannya,  peningkatan investasi tidak terlepas dari stabilitas keamanan dan ketertiban yang diikuti dengan kepastian hukum, ketersediaan infrastruktur, ketersediaan dan kepastian lahan, ketenagakerjaan dan proses perijinan  .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *