Koordinasi Perencanaan Dan Pengembangan Penanaman Modal Tahun 2019

Comment

BERITA UTAMA INVESTASI

Pada Hari Rabu tanggal 23 Oktober 2019, tealah dilaksanakan Kegiatan Koordinasi Perencanaan Dan  Pengembangan Penanaman Modal Tahun 2019 yang bertempat di Aula Rapat Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Banjar. Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kota Banjar Dr. Drs. H. Ade Setiana, M.Pd. Dan dihadiri oleh Kepala DPMPTSP Kota Banjar H. Soni Harison, AP.,S.Sos.,M.Si, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Cabang Kota Banjar KADIN Kota Banjar Asep Nugraha. Serta para pengusaha yang ada di Kota Banjar

Kota Banjar diharapkan menjadi tujuan utama penanaman modal untuk wilayah Jawa Barat bagian timur, baik itu Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Hal tersebut selaras dengan komitmen Jawa Barat untuk terus meningkatkan laju investasi, dalam rangka mendorong laju pertumbuhan ekonomi khususnya memperkecil jumlah pengangguran dan kemiskinan.

Mendatangkan investor untuk berinvestasi sudah barang tentu melalui persaingan yang merupakan salah satu kata kunci pada era globalisasi sekaligus dalam rangka akselerasi berkaitan dengan isu strategis pembangunan nasional antara lain peningkatan daya saing, peningkatan daya tahan ekonomi, peningkatan dan perluasan kesejahteraan rakyat, serta pemantapan stabilitas sosial dan politik,  sehingga diperlukan sesegera mungkin langkah-langkah  inovasi, seyogyanya menjadi suatu gerakan yang harus dirancang dan diimplementasikan secara sistemik, sistematis, dan terukur oleh  seluruh aparatur pemerintah dan komponen masyarakat, serta menyadari pentingnya daya saing dalam menghadapi situasi dan ekonomi global yang kian mengancam kekuatan-kekuatan perekonomian domestik.

Upaya konkrit dalam mewujudkan iklim investasi yang kondusif dan berdaya saing di kota banjar dan pro investasi tercermin melalui diterimanya “ Investment Award”  dari BKPM RI pada Tahun 2013, Tahun 2014, dan Tahun 2016. Beberapa diantaranya yang menjadi kebijakan dan perhatian pemerintah Kota Banjar antara lain, kondisi infrastruktur, penyederhanaan alur perijinan, insentif yang diberikan kepada masyarakat dalam bentuk imb pemutihan, percepatan pelayanan perijinan, dan kemudahan akses perijinan dan penanaman modal secara online.

Kesadaran dan kesatuan pandangan utama diperlukan bagi segenap pemangku kepentingan di pemerintahan, akademisi, maupun praktisi ekonomi, untuk mengambil langkah-langkah konkrit.

Dalam hubungannya dengan penyelenggaraan pemerintahan,  di mana otonomi memberikan kewenangan yang lebih luas kepada daerah untuk mensejahterakan masyarakatnya,  meningkatkan daya saing menjadi semakin penting dalam rangka menarik investasi. Dengan demikian daerah semakin dituntut meningkatkan kinerja, khususnya bagaimana agar daerah memiliki daya saing yang lebih unggul dapat menjadikan investor tertarik menanamkan modalnya.

Perkembangan investasi sejak berdirinya pemerintahan kota banjar dalam kurun waktu 10 (sepuluh) tahun terakhir  realisasi investasi mengalami peningkatan. Apabila kita mencermati sampai dengan Triwulan II tahun 2019 realisasi investasi sebesar Rp.1,7 trilyun, perkembangan realisasi investasi tersebut, di dominasi oleh sektor perdagangan dan jasa sebesar Rp. 1,378 trilyun, disusul dengan sektor industri  Rp.166 milyar,  sektor angkutan Rp 82,1 milyar dan sektor lainnya seperti koperasi Rp.20 milyar, pertanian/peternakan Rp. 9,27 milyar, restoran Rp. 8,5 milyar, pelayanan kesehatan Rp. 35 milyar dan  perhotelan sebesar Rp. 5,41 milyar. Peningkatan realisasi investasi ini merupakan kontribusi dari meningkatnya investasi penanaman modal asing maupun penanaman modal dalam negeri.

          Kota Banjar secara geografis terletak dilintasan jalur nasional bagian selatan sebagai pintu gerbang Provinsi Jawa Barat, sekaligus sebagai daerah perlintasan arus barang/ jasa memiliki peran yang sangat strategis terhadap distribusi maupun mobilisasi antar wilayah. Pengembangan potensi sektor jasa/pariwisata maupun infrastruktur yang dimiliki kota banjar yang sekarang menjadi fokus untuk dikembangkan antara lain pengembangan potensi wisata air/wisata Sungai Citanduy, pengembangan wisata air Situ Leutik, pengembangan wisata agro Lembah Penjamben, pembangunan rest area perbatasan Jabar Jateng, pembangunan kawasan industri Sinar Tanjung, pembangunan hotel berbintang tiga, serta beberapa potensi investasi lainnya yang sudah terinventaris dan diantaranya ditawarkan dalam berbagai event promosi investasi seperti Regional Investement Forum (RIF), International Smart City Expo And Forum (IISMEX), Bandung Investment, Tourism And Trade Expo (BANDUNG ITTEX EXPO), maupun event lainnya. Selayaknya mendapat perhatian dari kita semua untuk mewujudkan Kota Banjar yang makin kondusif dan berdaya saing guna menarik investasi sebanyak banyaknya.

Perlu menjadi catatan kita bersama bahwa rencana pemerintah pusat/provinsi/kota kedepan akan membangun ruas jalan tol yang menghubungkan Cileunyi – Garut – Tasikmalaya – Ciamis – Banjar serta membangun ruas jalan tol, yang menghubungkan Kota Banjar – Kapupaten Pangandaran , hal ini tentu menjadi peluang bagi Kota Banjar sekaligus tantangan yang perlu kita antisipasi sehingga Kota Banjar mampu menjadi magnet bagi kegiatan investasi dan diharapkan terjadi efek multiplayer bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Dalam perjalanannya,  peningkatan investasi tidak terlepas dari stabilitas keamanan dan ketertiban yang diikuti dengan kepastian hukum, ketersediaan infrastruktur, ketersediaan dan kepastian lahan, ketenagakerjaan dan proses perijinan.

          Hal-hal tersebut sangat menentukan keberhasilan untuk menarik investor agar dapat menanamkan modalnya.  Disamping upaya menggali potensi dan peluang investasi, promosi investasi serta pengawasan dan pengendalian menjadi faktor lainnya yang menentukan untuk menarik investasi baru. Hal tersebut sudah selayaknya mendapat perhatian dari kita semua untuk dijadikan iklim investasi di Kota Banjar  yang makin kondusif guna menarik investasi  sebanyak-banyaknya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *